Dilihat: 3 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 19-11-2020 Asal: Lokasi
Memilih motor industri yang tepat bisa menjadi tugas yang menakutkan. Ada banyak pilihan, masing-masing berfokus pada tugas atau proses tertentu. Jadi bagaimana Anda tahu jika Anda memilih yang tepat, atau hanya membuang-buang uang untuk sesuatu yang tidak menguntungkan bisnis Anda? Di bawah ini, kami akan memandu Anda memahami dasar-dasar berbagai jenis motor industri dan membantu memastikan Anda memilih motor yang tepat untuk kebutuhan perusahaan Anda.
Secara umum, ada tiga jenis motor – motor AC, motor DC, atau motor servo/stepper. Motor yang Anda pilih bergantung pada aplikasi industri spesifik Anda dan kebutuhan khusus masing-masing. Misalnya, motor DC (baik disikat atau tanpa sikat) biasanya digunakan pada mobil, sedangkan motor stepper digunakan dalam sistem kendali proses. Masing-masing cocok untuk tugas yang berbeda dan berbeda.
Jenis beban motor otomasi industri adalah aspek penting berikutnya yang perlu dipertimbangkan ketika mengevaluasi kebutuhan perusahaan. Mereka dapat dibagi menjadi empat kategori:
Tenaga kuda variabel dan torsi konstan
Torsi variabel dan tenaga kuda konstan
Tenaga kuda variabel dan torsi variabel
Kontrol posisi atau kontrol torsi
Aplikasi tenaga kuda variabel dan torsi konstan (1) mencakup derek, konveyor, dan pompa roda gigi. Torsinya tetap sama karena beban tidak berubah. Karena berbagai tingkat tenaga kuda diperlukan untuk mengoperasikan mesin jenis ini, motor AC atau DC berkecepatan konstan dapat dipertimbangkan.
Tipe beban torsi variabel dan tenaga kuda konstan (2) berguna untuk alat berat yang kecepatannya tetap konstan dan bebannya berubah. Contoh yang menonjol adalah mesin yang memundurkan kertas. Untuk jenis beban ini, penting untuk mempertimbangkan daya regeneratif saat mengukur motor atau memilih metode pengendalian energi. Untuk sistem yang lebih besar, motor AC dengan encoder, kontrol loop tertutup, dan penggerak kuadran penuh mungkin bermanfaat, sedangkan motor DC atau servo mungkin merupakan aplikasi yang baik untuk sistem yang lebih kecil.
Jenis beban tenaga kuda dan torsi variabel (3) terutama digunakan dalam aplikasi seperti kipas, pompa sentrifugal, dan agitator. Dalam aplikasi ini, tenaga kuda dan torsi bekerja sama. Ketika kecepatan motor meningkat, keluaran beban meningkat, sehingga menghasilkan peningkatan tenaga kuda dan torsi yang dibutuhkan.
Terakhir, kontrol posisi atau torsi (4) digunakan untuk aplikasi presisi seperti aktuator linier. Meskipun motor servo atau stepper biasanya merupakan pilihan terbaik untuk aplikasi ini, motor AC dengan encoder atau motor DC dengan umpan balik juga dapat digunakan untuk kontrol torsi yang ketat.
Jenis aplikasi merupakan aspek penting lainnya yang perlu dipertimbangkan ketika memilih mesin industri. Tiga aplikasi utama motor industri adalah kecepatan konstan, kecepatan variabel, dan kontrol posisi (atau torsi). Aplikasi ini mengontrol kecepatan pengoperasian motor industri dan bervariasi tergantung pada jenis mesin. Penting untuk dicatat bahwa semua jenis motor - AC, DC dan Servo/Stepper - dapat dijalankan pada aplikasi apa pun. Memilih jenis aplikasi yang tepat terserah konsumen. Apakah alat berat Anda sering memerlukan akselerasi dan deselerasi? Maka aplikasi kecepatan konstan bukan untuk Anda, Anda harus melihat aplikasi kecepatan variabel.
Hubungi kami